CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »

Friday, January 21, 2011

Pesanan


senyuman yang ikhlas pantulan jiwa yang murni.
Sesekali rasa rindu ralit menguliti pucuk jingga jiwa.
Bertandang menggamit hijab kalbu nan satu.

Ingin benar aku terbang melempar gumpalan rasa terbuku padu.
Malu pada awan-gemawan ;segan pada sang suria.

Namun tetap jua embun memori mencuri-curi memantulkan wajah kaku musim lalu.
Juzuk ranum bertebaran berlari keriangan menginjak kedewasaan.

Tembok utuh di sekeliling tasik impin harus diredah.
Seruan sang Pencipta menjadi harapan.

Andai semalam bisa dikembali
Mungkin kemungkinan hari ini berbeda dimensi.
Mungkin tidak harus melakari kanvas kehidupan fanaa.

Sakit, senang, dan pijar lumrah insani
Hati tegar;jiwa menangis bisu ;wajah kelu.

Jadikan diri seutuh karang di lautan
Walau dibadai ombak ditujah arus
Tetap teguh meniti tubir kehidupan.



suci itu tidak tergambar dek kata-kata.

Wednesday, January 19, 2011

walang

Life is a challenge, meet it.

Sayap-sayap keunguan kini menjadi beku.
Dingin malam menyuntik walang nan seribu.

Pijar.

Kosong.

Ngilu.

Kaku disapa sendu.
Jiwa meronta menghempas.
Hati meraung membadai.

Titik mutiara berantai bertali arus.
Mahu ditempik;

malu pada sang bayu,
segan pada sang rembulan.

Namun pabila alpa itu membutakan,
onar yang beralun mematahkan deria.

Tongkat dipinta membimbing si rawan.

Kalah dalam pencarian rasa.

Menyedarkan sang jasad nan jumud.
Debu dosa  kian  mengunung.
Daki silam, kini dan akan datang minta disental.
Rebah di kaki YA ROBB,
jiwa hijau ini ingin dinaungi nur-MU.

Buang campak keraguan jauh ke dasar.
Pahit getir terus ditongkah.
Demi sebuah kemanisan yang diselangi  kepahitan.


senyum itu sedekah^^

Labels

usha

Followers

Search This Blog